Belajar Konsisten dan Sederhana dalam Ngeblog dari ‘Media Kompilasi’ nya Mas Dwisu

Ini adalah ulasan pertama saya di rubrik blog sahabat. Blogger pertama yang akan saya ulas adalah mas Dwi Sugiarto. Blogger sekaligus pengusaha sembako yang saat ini tinggal di sebuah perumahan di Bekasi. Memiliki blog dengan alamat Mediakompilasi.com. Kalo mampir kesana anda akan disuguhkan banyak artikel dengan topik yang beragam, dikemas dengan bahasa yang ringan dan santai. Enak klo bacanya sambil tiduran di pantai.

Klo liat tampilan blognya yang sekarang itu udah keren. Dulunya ndeso. mungkin dirubahnya sekitar 1 bulan yang lalu tertanggal hari ini 6 Mei 2017.

Awal menemukan blog ini adalah sewaktu saya nyari di google, berapa trafik yang diperlukan sebuah blog lokal agar bisa gajian setiap bulan dari google adsense. Lupa waktu itu ngetiknya keyword apaan di google.

Dari awal saya kenal sama dunia make money online, sekitar 9 tahun yang lalu hingga sekarang, sekalipun saya belum pernah merasakan gajian dari google adsense. Selalu aja kena badai banned sebelum PO. Padahal saya maen bersih, trafik murni dari search engine, tapi yaa gitu deh. Terakhir tahun 2013 saya di banned dengan saldo di akun tersebut $220,xx.

Dulu sih saya sempet punya blog bahasa inggris, tapi berat di modal. Soalnya saya ga bisa bahasa inggris, jadi semua postingan di blog itu saya beli di konten writer. Ga main-main, satu artikel harganya antara $5-$10.

Karena modal udah hampir habis, maka beralihlah menjadi ngeblog pake blog bahasa Indonesia. seperti yang anda liat sekarang. Tulisannya ga usah beli, tinggal nulis aja sendiri. Lebih hemat dan ada kepuasan tersendiri.

Sejak 1 Februari 2012, Adsense sudah memberi lampu hijau kepada blog-blog yang menggunakan bahasa Indonesia untuk menjadi publisher di broker iklan milik google tersebut. Berarti udah lebih dari 5 tahun ya. Tapi hingga hari ini saya belum mengambil kesempatan itu, menjadi publisher adsense dengan blog Indonesia.

Ngadsense dengan blog Lokal tentu berbeda dengan blog Inggris. Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar, berbekal pengalaman saya dahulu bermain adsense pake blog inggris, dengan trafik 100-150 per hari saja, bisa menghasilkan 3-5 dolar per hari. Artinya dengan trafik sedikit bisa gajian setiap bulan dari adsense.

Sehingga hal tersebut menimbulkan pertanyaan baru buat saya, berapa trafik minimum Blog Lokal agar bisa gajian setiap bulan dari adsense ?

Akhirnya saya ketemu sama postingannya mas Dwi yang judulnya

Blog Pencetak Uang Konsep Set and Forget. Di postingan tersebut mas Dwi menceritakan bahwa untuk menghasilkan income $1 / hari dari adsense dibutuhkan trafik sebanyak 2000 UV per hari. Dan untuk bisa Gajian tiap Bulan maka BUTUH sekitar 8000 UV per hari.

Memang beda blog beda juga rezekinya. Tapi menurut saya info dari mas Dwi tersebut layak dijadikan referensi/patokan. Kalo anda maen ke blognya mas Dwi tentu anda akan lebih percaya lagi dengan filosofi 8000 UV itu. Mas dwi secara terbuka menceritakan gajian-gajian nya dari Adsense, mas Dwi juga menceritakan suka duka nya ngadsense pake blog lokal, mas dwi juga buat perbandingan-perbandingan antara penghasilan dari ngadsense dengan bisnis lain secara fair dan terbuka.

Pokoknya banyak hal tentang adsense yang mas dwi ceritakan di blog media kompilasinya. Satu pelajaran yang secara tak langsung saya dapatkan dari blognya mas Dwi agar saya bisa juga gajian tiap bulan dari adsense adalah Konsistensi Menulis. Bagaimana tidak, blog media kompilasi hampir setiap hari ada postingan baru. Jumlahnya pun kadang-kadang lebih dari satu artikel per hari. Luar biasa.

Mengingat mas Dwi ini juga bukan seorang pengangguran. Beliau saat ini adalah pengusaha toko sembako dan juga martabak mini. Kalo dilihat dari postingan-postingannya sih sepertinya masih single fighter. Tapi itu juga udah hebat banget dibanding saya yang masih full time ngantor.

Kebayang untuk ngurus toko sembako dan martabak mini saja udah banyak menguras waktu dan tenaga, tapi mas Dwi masih bisa gigih menulis satu artikel per hari di blognya. Mantaapp jiwa.

Kalo anda berkunjung ke blognya anda akan mendapati ciri khas tulisan-tulisannya mas Dwi, dimana hampir semua postingannya ada sentuhan pribadi nya. Maksudnya mas Dwi kalau nulis di blognya itu selalu related dengan kehidupan sehari-harinya. Sehingga feelnya juga bisa dirasakan oleh pembaca. Saya yakin semua tulisan yang ada di blognya itu ditulis sendiri oleh mas Dwi. Bukan beli di konten writer murahan yang artikelnya tidak enak dibaca karena bahasanya terlalu kaku dan ‘maksa keyword’.

Dalam soal ngeblog dan kehidupan saya belajar banyak dari mas Dwi lewat blognya. Terlihat dari tulisan-tulisannya yang spontan, ditulis dengan bahasa sederhana (karena ngeblog itu memang seharusnya menggunakan bahasa yang sederhana, bukan bahasa yang menjelimet). Seolah saya merasa seperti ‘dikepret’ – ngeblog itu jangan banyak mikir, tulis sekarang juga.

Tapi blog mediakompilasi nya mas Dwi juga bukan tanpa cela (kesalahan), terutama buat saya pribadi. Dimana kalo saya berkunjung ke blognya, saya jadi ga bisa komen, atau bisa dikatakan males ngomen. Blognya itu kan custom domain dari blogspot, nah bisa kali komentarnya diaktifkan pilihan Name/URL nya, biar kalo saya komentar bisa ninggalin alamat blog saya. Hehe . . .

Baca Juga : Ternyata 3 Tipe Form ini yang Bikin Blog Anda Sepi Komentar.

Bagaimanapun kedepannya, entah blognya akan diaktifkan Name/URL nya atau Tidak. Itu terserah mas Dwi, mungkin mas Dwi punya pertimbangan sendiri kenapa tidak mengaktifkan fitur Name/URL. Yang jelas saya sudah cukup terhibur dan terinspirasi lewat tulisan-tulisan di blognya.

Semoga tulisan ini bisa menjadi gerbang silaturahmi antara saya dengan si empunya blog media kompilasi, dan semoga saya tertular semangatnya mas Dwi untuk bisa menulis setiap hari. Aminn.

Comments

  1. wah pencerahan yang luar biasa..
    terima kasih sudah posting artikel ini

    semoga segera gajian

  2. Mantap artikelnya

    ditunggu artikel terbarunya

    nice share

Speak Your Mind

*